Pemanfaatan Musuh Alami untuk Mitigasi Hama Padi di Desa Sumberjambe

Authors

  • Nilasari Dewi Universitas Jember

DOI:

https://doi.org/10.51933/jpma.v8i2.2285

Keywords:

hama tikus, pengendalian hayati, produktivitas padi, Oecophylla smaragdina, Tyto alba

Abstract

Desa Sumberjambe, Kabupaten Jember, menghadapi permasalahan penurunan produktivitas padi yang dapat mengakibatkan gagal panen. Kondisi ini disebabkan oleh serangan hama tikus (Rattus argentiventer) dan burung pipit (Lonchura sp.). Solusi yang ditawarkan adalah pemanfaatan musuh alami, yaitu burung hantu (Tyto alba) dan semut rangrang (Oecophylla smaragdina). Kegiatan ini dilaksanakan bersama anggota kelompok tani Setia Tani dan Tani Makmur melalui sosialisasi berupa pemaparan materi untuk meningkatkan pengetahuan petani. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, yakni dari 80% hingga mencapai 98%. Pengendalian hayati terbukti mampu menurunkan populasi tikus serta mengurangi serangan pada tanaman padi sehingga pertumbuhannya tidak terganggu. Pemanfaatan musuh alami meningkatkan tinggi tanaman padi pada minggu pertama hingga minggu kelima, yaitu dari 81,3 cm menjadi 88,4 cm. Kombinasi metode ramah lingkungan ini efektif menekan serangan hama, sehingga tekanan gangguan berkurang drastis dan tanaman padi dapat tumbuh optimal. Penerapan teknologi ramah lingkungan dapat memberikan hasil lebih optimal dan berkelanjutan, sehingga berkontribusi pada peningkatan ketahanan pangan serta kesejahteraan petani di Desa Sumberjambe.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Afifah, L., Saputro, N. W., Adhi, S. R., & Enri, U. (2024). Pengendalian Hama Tikus Sawah Berbasis Hayati dengan Burung Hantu Tyto Alba di Desa Sumberjaya, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Karawang. Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat, 8(2), 171–177. https://doi.org/10.30656/jpmwp.v8i2.7467

Badan Pusat Statistika. (2021). Luas Panen Rata-rata Produksi Padi Menurut Kecamatan di Kabupaten Jember, 2020. Jember : Kabupaten Jember.

Avilés, J. M. (2024). The evolutionary ecology of bird-ant interactions: a pervasive but under-studied connection. Proceedings of the Royal Society B: Biological Sciences, 291(2014). https://doi.org/10.1098/rspb.2023.2023

Donggulo, C. V, Lapanjang, I. M., & Made, U. (2017). PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PADI (Oryza sativa L) PADA BERBAGAI POLA JAJAR LEGOWO DAN JARAK TANAM Growth and Yield of Rice (Oryza sativa L.) under Different Jajar Legowo System and Planting Space. J. Agroland, 24(1), 27–35. https://jurnal.untad.ac.id/jurnal/index.php/AGROLAND

Fadilla, B., Lizmah, S. F., & Ritonga, N. C. (2022). Potensi Pemanfaatan Burung Hantu Tyto alba sebagai Predator Alami dalam Pengendalian Hama Tikus pada Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis jaqc.) di Divisi II PT. SOCFINDO Seunagan. Biofarm : Jurnal Ilmiah Pertanian, 18(2), 80. https://doi.org/10.31941/biofarm.v18i2.2283

Micaelo, E. B., Lourenço, L. G. P. S., Gaspar, P. D., Caldeira, J. M. L. P., & Soares, V. N. G. J. (2023). Bird Deterrent Solutions for Crop Protection: Approaches, Challenges, and Opportunities. Agriculture (Switzerland), 13(4), 1–29. https://doi.org/10.3390/agriculture13040774

Nur’aeni, I., Alfauzi, R. D., Sopyan, S., & Wahyudi, D. (2015). Penggunaan Jaring Sebagai Pengendali Hama Burung Pipit ( Estrildid finches ) Pada Tanaman Padi ( Oryza sativa L .) Di Kampung Tinggarjaya Hilir Desa Cimaung. Prosiding UIN Sunan Gunung Djati Bandung, 4(9), 279–288.

Pradana, A. P., & Arijaya, S. A. (2024). Penerapan WAPOGE (Water Power Generator) sebagai Alat Irigasi dan Pengendalian Hama Burung Pipit di Rowosari. Jurnal Abdidas, 5(1), 53–57. https://doi.org/10.31004/abdidas.v5i1.874

Pramudi, M. I., Abbas, S., & Fitriyanti, D. (2024). Pengendalian Tikus Pada Lahan Pertanian Dengan Menggunakan Rumah Burung Hantu (Rubuha) Di Desa Bentok Darat Kalimantan Selatan. Pro Sejahtera (Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat), Volume 6, 334–341.

Pujiastuti, Y., Sitompul, K. B., Suparman, Weni, H. W. S., Herlinda, S., & Hadi, B. A. (2018). Study on trap barrier system towards rodent population and rice production in tidal-area of south sumatera indonesia. Agrivita, 40(3), 490–497. https://doi.org/10.17503/agrivita.v40i3.1633

Sandhu, N., Singh, J., Pruthi, G., Verma, V. K., Raigar, O. P., Bains, N. S., Chhuneja, P., & Kumar, A. (2024). SpeedyPaddy: a revolutionized cost-effective protocol for large scale offseason advancement of rice germplasm. Plant Methods, 20(1), 1–13. https://doi.org/10.1186/s13007-024-01235-x

Siregar, H. M., Priyambodo, S., & Hindayana, D. (2020). Preferensi Serangan Tikus Sawah (Rattus argentiventer) Terhadap Tanaman Padi. Agrovigor: Jurnal Agroekoteknologi, 13(1), 16–21. https://doi.org/10.21107/agrovigor.v13i1.6249

Sofia. Sholihah, A., Kinanti, C. B., Afrinda, E. V., & Kurniawan, Y. (2025). Implementasi Pengendalian Hama Tikus secara Alami melalui Pemanfaatan Burung Hantu di Lahan Pertanian Padi Kelurahan Wirolegi Jember. MIMBAR INTEGRITAS: Jurnal Pengabdian, 4(2), 680-687.

Sudarmaji, S., Pustika, A. B., Yolanda, K., Pujiastuti, E., Martini, T., & Stuart, A. (2021). The Occupancy of Barn Owl in the Artificial Nest Box to Control Rice Field Rat in Yogyakarta Indonesia. PLANTA TROPIKA: Jurnal Agrosains (Journal of Agro Science), 9(2), 116–125. https://doi.org/10.18196/pt.v9i2.10893

Supriya, K., Price, T. D., & Moreau, C. S. (2020). Competition with insectivorous ants as a contributor to low songbird diversity at low elevations in the eastern Himalaya. Ecology and Evolution, 10(10), 4280–4290. https://doi.org/10.1002/ece3.6196

Wardah, E., & Budi, S. (2023). Pemberdayaan Petani Padi Sawah Melalui Pemanfaatan Burung Hantu (Tyto Alba) untuk Pengendalian Hama Tikus (Rattus Argentiventer) di Gampong Pulo Iboh Kecamatan Kuta Makmur. Jurnal Solusi Masyarakat Dikara, 3(1), 12–16.

Downloads

Published

2026-09-14

How to Cite

Dewi, N. (2026). Pemanfaatan Musuh Alami untuk Mitigasi Hama Padi di Desa Sumberjambe. Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA), 8(2). https://doi.org/10.51933/jpma.v8i2.2285