DESA KOMPLEMENTER : SOLUSI INOVATIF DALAM PEMBERDAYAAN BERKELANJUTAN DAN PENINGKATAN KESEHATAN LANSIA DENGAN DIABETES MELLITUS
DOI:
https://doi.org/10.51933/jpma.v7i3.2303Keywords:
Pemberdayaan kader; terapi komplementer; lansia; diabetes mellitus; penyakit tidak menularAbstract
Peningkatan kasus Diabetes Mellitus (DM) pada lansia di Kabupaten Bulukumba menuntut inovasi layanan kesehatan berbasis komunitas yang lebih partisipatif. Program ini bertujuan untuk mengoptimalkan peran kader dalam meningkatkan kemandirian dan kualitas hidup lansia melalui penerapan terapi komplementer dan pengembangan Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Kegiatan ini menggunakan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) dengan melibatkan 24 kader dari 3 dusun di Desa Bontobangun. Kegiatan meliputi pelatihan terapi SEFT, akupresur, senam kaki diabetik, perawatan kaki, peracikan ramuan herbal, dan pembentukan Rumah Komplementer. Hasilnya menunjukkan peningkatan kompetensi kader sebesar 85%, peningkatan pengetahuan keluarga lansia sebesar 70%, serta terbentuknya tiga rumah komplementer dan tiga kebun TOGA aktif. Program berdampak pada peningkatan kemandirian lansia, efisiensi biaya pengobatan, serta tumbuhnya potensi ekonomi lokal berbasis herbal. Desa Komplementer menjadi model inovatif yang dapat direplikasi di wilayah lain sebagai wujud dukungan terhadap SDGs 3 dan 11 serta penguatan peran perguruan tinggi dalam pengabdian masyarakat berkelanjutan.
Downloads
References
Alzahrani, A. S., Greenfield, S. M., Shrestha, S., & Paudyal, V. (2024). Views of healthcare professionals on complementary and alternative medicine use by patients with diabetes: A qualitative study. BMC Complementary Medicine and Therapies, 24(1), 81.
Alzahrani, A. S., Price, M. J., Greenfield, S. M., & Paudyal, V. (2021). Global prevalence and types of complementary and alternative medicines use amongst adults with diabetes: Systematic review and meta-analysis. European Journal of Clinical Pharmacology, 77, 1259–1274.
Anggraini, N. N. V., Kep, M., Kom, S. K., Riskika, S., TP, N. R. I. A., Sibulo, N. M., Kep, M., Kep, S., Mardiana, N., & Kep, M. (2024). KEPERAWATAN KOMPLEMENTER. RIZMEDIA PUSTAKA INDONESIA.
Grossman, L. D., Roscoe, R., Shack, A. R., & Diabetes Canada Clinical Practice Guidelines Expert Committee. (2018). Complementary and alternative medicine for diabetes. Canadian Journal of Diabetes, 42, S154–S161.
Ogurtsova, K., Guariguata, L., Barengo, N. C., Ruiz, P. L.-D., Sacre, J. W., Karuranga, S., Sun, H., Boyko, E. J., & Magliano, D. J. (2022). IDF diabetes Atlas: Global estimates of undiagnosed diabetes in adults for 2021. Diabetes Research and Clinical Practice, 183, 109118.
Setiyorini, E., Qomaruddin, M. B., Wibisono, S., Juwariah, T., Setyowati, A., Wulandari, N. A., Sari, Y. K., & Sari, L. T. (2022). Complementary and alternative medicine for glycemic control of diabetes mellitus: A systematic review. Journal of Public Health Research, 11(3), 22799036221106582.
Tehrani, H., Dadashi, N., Movahedzadeh, D., Khorasani, E. C., & Jafari, A. (2022). The predictors of the use of complementary and alternative medicine among type 2 diabetes patients based on the health belief model. Journal of Diabetes & Metabolic Disorders, 21(1), 285–292.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










