PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG RESIKO TINGGI KEHAMILAN DI KLINIK BERSALIN BIDAN HERLINA
DOI:
https://doi.org/10.51933/jpma.v7i3.2333Keywords:
pengetahunan, Ibu hamil, Kehamilan resiko tinggiAbstract
Kehamilan dengan resiko tinggi adalah kehamilan yang dapat menimbulkan dampak pada ibu hamil dan bayi menjadi sakit dan bahkan meninggal sebelum kelahiran terjadi. Penyebab Tidak Langsung Kehamilan resiko tinggi dengan istilah 4T dengan rincian jarak kelahiran <24 bulan, umur ibu diatas 35 tahun , jumlah anak yang terlalu banyak (>3 orang) dan melahirkan usia < 20 tahun. Faktor resiko semakin tinggi jika disertai 3 terlambat yaitu Terlambat Mengambil Keputusan, terlambat sampai ke Fasilitas Kesehatan dan Terlambat mendapat penanganan. Tujuan pengabdian masyarakat ini memberikan edukasi atau penyuluhan terhadap ibu hamil tentang kehamilan resiko tinggi, agar dapat mencegah terjadinya kehamilan resiko tinggi pada ibu baik dalam kondisi kehamilan sekarang atau selanjutnya. Pengabdian Masyarakat ini dilaksanakan di Klinik Bersalinan Bidan Herlina Di kota Tanjungbalai dilaksanaka dalam bentuk penyuluhan dengan metode ceramah dan tanya jawab. Serta dilakukan pre test dan post test sebagai evaluasi kegiatan. Hasil penyuluhan ini terjadinya peningkatan pengetahuan dibuktikan dengan hasil dari post test terhadap 12 ibu hamil didapatkan sebanyak 75% ibu hamil pengetahuannya baik, ibu hamil pengetahuannya cukup sebanyak 16,6% dan ibu berpengetahuan kurang sebanyak 8,4 %. Kesimpulan Melalui penyuluhan ini pengetahuan ibu hamil mengenai risiko tinggi kehamilan meningkat secara signifikan. Ibu hamil menjadi lebih sadar akan faktor risiko Tinggi kehamilan, tanda-tanda bahaya kehamilan dan pentingnya pemeriksaan kehamilan rutin.
Downloads
References
Yuliani, M. (2021). Optimization of the Health of Mother and Children ( Kia ) Through Pregnant Women Class Community Care and. 4(2), 298–311.
Kemenkes RI. (2024). Profil Kesehatan Indonesia tahun 2023
Katmini. (2020). Determinan Kesehatan Ibu Hamil Tentang Tanda Bahaya Kehamilan dengan Pencapaian Kontak Minimal 4 Kali Selama Masa Kehamilan (K4). Jurnal Kebidanan Dan Kesehatan Tradisional, 5(1), 1–66
Sandall, J. et al. (2016) ‘Midwife-led Continuity Models Versus Other Models of Care for Childbearing Women’, Cochrane Database Syst Rev, 15(9). doi: 10.1002/14651858.CD004667.pub4.
Aswitami, N. G. A. P., Udayani, N. P. M. Y. ., Darma, I. G. G. M. S. ., & Maryani, N. M. S. . (2021). Realize Healthy Mothers with Strong Babies Through Optimizing Online Maternity Classes for Third Trimester Pregnant Women at the Independent Practice of Midwife (PMB) Idah Ayu Wulandari, Dauh Puri Kelod Village, West Denpasar District, Bali: Wujudkan Ibu Sehat Bayi Kuat Melalui Optimalisasi Kelas Ibu Hamil Secara Daring Pada Ibu Hamil Trimester III Di Praktik Mandiri Bidan (PMB) Idah Ayu Wulandari, Desa Dauh Puri Kelod Kecamatan Denpasar Barat Bali. Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(1), 33–38. https://doi.org/10.53770/amjpm.v1i1.30
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










