PENYULUHAN PENCEGAHAN HIV/AIDS DI KALANGAN SISWA MUDA KOLABORASI INTERNASIONAL STIKES BULELENG DENGAN WINDESHEIM UNIVERSITY BELANDA DI SMKN 1 KUBUTAMBAHAN
DOI:
https://doi.org/10.51933/jpma.v7i3.2445Keywords:
HIV/AIDS, Remaja, Pengetahuan, Pencegahan, Seminar EdukasiAbstract
Remaja merupakan kelompok berisiko tinggi terhadap penularan HIV/AIDS akibat keterbatasan pengetahuan dan tingginya perilaku berisiko. Kegiatan ini bertujuan menggambarkan tingkat pengetahuan remaja tentang pencegahan HIV/AIDS setelah mengikuti seminar edukasi di SMK N 1 Kubutambahan. Desain yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross sectional pada 38 siswa kelas XI yang dipilih dengan teknik total sampling. Intervensi berupa seminar “Seminar on HIV/ADIS Preventions Among Young Age Students in Kubutambahan State Vocational High School” yang membahas pengertian HIV/AIDS, cara penularan, pencegahan, dan pengurangan stigma. Tingkat pengetahuan diukur menggunakan kuesioner posttest dan dianalisis secara deskriptif dalam bentuk persentase dan kategori. Hasil menunjukkan rata-rata tingkat pengetahuan siswa sebesar 93,95% dengan kategori sangat baik, yang menggambarkan bahwa seminar efektif meningkatkan pemahaman remaja mengenai pencegahan HIV/AIDS. Kegiatan ini mendukung pentingnya edukasi kesehatan reproduksi dan HIV/AIDS berbasis sekolah sebagai upaya preventif di kalangan remaja.
Downloads
References
Antariksawan, I. W. (2018). Evaluasi Rencana Dan Strategi Nasional HIV/AIDS Di Provinsi Bali, Indonesia 2010-2014.
Antariksawan, I. W. (2024). The Compliance To Medication, Social Support And Quality Of Life Of Hemodialysis Patients With HIV And Hepatitis In Selected Healthcare Facilities In Bali, Indonesia Year 2022. Suranaree Journal of Health Science, 2(2), 1–13. https://doi.org/10.55766/sjhsci-2024-02-e02098
Atwine, B., Cantor-Braae, E., & Bajunirwe, F. (2005). Psychological distress among AIDS orphans in rural Uganda. Social Science & Medicine, 61, 555–564.
Cluver, L., Gardner, F., & Operario, D. (2009). Poverty and psychological health among AIDS-orphaned children in Cape Town, South Africa. AIDS Care, 21(6), 732–741.
Ford, K., Wirawan, D. N., Reed, B. D., Muliawan, P., & Sutarga, M. (2000). AIDS and STD knowledge, condom use and HIV/STD infection among female sex workers in Bali, Indonesia. AIDS Care, 12(5), 523–534.
Kusuma Dewi, P., & Widiarta, G. (2018). Predictors of Mortality among Patients Lost to Follow up Antiretroviral Therapy. Jurnal Ners, 13(1), 114–121. https://doi.org/10.20473/jn.v13i1.6568
Megaputri, P. S., Tangkas, N. M. K. S., Dewi, P. D. P. K., Widiarta, M. B. O., & Meriyani, D. A. (2024). Pendampingan masyarakat usia produktif untuk pencegahan HIV AIDS dan pengurangan stigma di desa Ambengan Singaraja. SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, 8(2), 1658–1665.
Puspaningrat, L. P. D., Candra, G. P., Kusuma Dewi, P. D. P., Sundayana, I. M., & Lutfiana, I. (2020). Risk Factor Of Substitution ARV First Line People Living With HIV/AIDS In General Hospital Buleleng Bali. STRADA : Jurnal Ilmiah Kesehatan, 9(1), 190–197. https://doi.org/10.30994/sjik.v9i1.240
Widiarta, G. B., & Suardani, K. (2020). Pengalaman Hidup Sebagai Laki-Laki Transgender (Waria) di Kabupaten Buleleng. MIDWINERSLION Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng, 5(1), 168–175.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










