Efektifitas Pemberian Penyuluhan Anemia Pada Tingkat Pengetahuan Remaja Melalui Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Wilayah Puskesmas Wonogiri I Kabupaten Wonogiri
DOI:
https://doi.org/10.51933/jpma.v8i1.2530Keywords:
Anemia, Remaja Putri, Penyuluhan Kesehatan, Tingkat Pengetahuan, Cek Kesehatan Gratis (CKG)Abstract
Anemia adalah masalah kesehatan yang sering dialami remaja perempuan karena kebutuhan zat besi
meningkat dan adanya kehilangan darah secara rutin saat menjalani menstruasi. Rendahnya tingkat
pengetahuan mengenai anemia serta pola makan yang tidak seimbang menjadi faktor kontributor utama
tingginya prevalensi kondisi ini di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman
remaja perempuan tentang anemia dengan memberikan penyuluhan kesehatan dalam program Cek
Kesehatan Gratis (CKG) di wilayah Puskesmas Wonogiri I. Metode penelitian menggunakan deskriptif
kuantitatif dengan desain cross-sectional yang dilakukan pada santriwati Pondok Pesantren Al-Fatah.
Pengambilan sampel dilakukan melalui teknik purposive sampling dengan instrumen berupa kuesioner
pre-post test yang telah di validasi. Data kemudian dianalisis menggunakan SPSS untuk mengevaluasi
perubahan pengetahuan peserta sebelum dan sesudah intervensi penyuluhan. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa sebelum intervensi, mayoritas responden (49%) memiliki tingkat pengetahuan
kategori rendah dan 75% di antaranya belum pernah mendapatkan edukasi anemia. Setelah dilakukan
penyuluhan, terjadi peningkatan drastis pada kategori pengetahuan tinggi menjadi 67,3%. Analisis uji
statistik Wilcoxon menghasilkan nilai p-value 0,000 (p < 0,05), yang menegaskan adanya perbedaan
bermakna pada tingkat pengetahuan peserta setelah mengikuti kegiatan. Kesimpulannya, pemberian
penyuluhan anemia melalui program CKG terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja
putri secara signifikan.
Downloads
References
Ma, M., Musiam, S., Wahyuni, A., & Febrianti,D. R. (2025). No Title. 5(1), 55–61.
Monika, H., Djogo, A., & Letor, Y. M. K. (2022). The Association Between Nutritional Status and Anemia in Adolescent Girls in Kupang City : A Cross-Sectional Study. 2022, 909–919. https://doi.org/10.18502/kls.v7i2.10391
Nurhidayati, R. B. (2024). Hubungan Pengetahuan, Gizi, Sikap terhadap Kesehatan Remaja Khususnya Anemia. 03, 744–753.
https://doi.org/10.53801/sjki.v3i4.218
Rashid, A. (2015). A 65-year-old man with anemia: Diagnosis with peripheral blood smear. Blood Research, 50(3), 129–000. https://doi.org/10.5045/br.2015.50.3.129
Suaib, F., Rowa, S. S., & Adwiah, W. (2024). Hubungan Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah Dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Putri. XIX(1), 71–76.
Suci Nurjanah, B. K. D. (2024). Jurnal Keperawatan Profesional (Jkp). Penambahan Natrium Benzoat Dan Kalium Sorbat (Antiinversi) Dan Kecepatan Pengadukan Sebagai Upaya Penghambatan Reaksi Inversi Pada Nira Tebu, 12(2), 29–35.
Waluyo, U. N., Putri, T. A., Medis, T. L., Banten, P. K., Info, A., History, A., & Gizi, Z. (2024). Studi Literatur : Memahami Hubungan Antara Anemia pada Remaja dan Zat Gizi. 3(1), 1–6.
Williams, A. M., Ansai, N., Ahluwalia, N., & Nguyen, D. T. (2024). Anemia Prevalence: United States, August 2021-August 2023. NCHS Data Brief, 519, 1–8.
World Health Organization. (2025). global anaemia estimates.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










