EDUKASI KEPATUHAN MINUM OBAT ANTIHIPERTENSI PADA LANSIA PUSKESMAS II KEMBARAN
DOI:
https://doi.org/10.51933/jpma.v8i2.2912Keywords:
lansia, Hipertensi, Komplikasi, Kepatuhan minum obatAbstract
Hipertensi atau tekanan darah tinggi, merupakan kondisi medis yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal. Penderita hipertensi tahun 2023 di Jawa Tengah mencapai 8.554.672 (37,57%) dan Banyumas menduduki peringkat ke 11 dengan penderita sebanyak 172.022 jiwa. Kepatuhan minum obat anti hipertensi merupakan faktor yang berperan penting terhadap pengendalian tekanan darah pada penderita hipertensi. Ketidakpatuhan terapi obat antihipertensi tahun 2023 di Indonesia cukup tinggi dengan prevalensi mencapai sekitar 47,2%. Pendidikan akhirnya dapat berdampak pada perbaikan kondisi tekanan darah. Tujuan PkM ini adalah meningkatkan kepatuhan minum obat antihipertensi lansia. PkM ini menggunakan metode ceramah, tanya jawab, serta mengerjakan pre test dan post test yang diikuti 18 lansia. Hasil kegiatan PkM pada mayoritas lansia perempuan (61%) usia 60 tahun ke atas (56%) berpendidikan SD (89%) dengan sebagian besar menderita selama 5 tahun (33.33%) berhasil meningkatkan pemenuhan minum obat dari kategori kurang (66.67%) menjadi kategori baik 94,44% (naik 37,77 poin), serta menurunkan rata-rata tekanan darah dari 156/87 mmHg menjadi 135/81 mmHg dengan tambahan sistolik 19,44 mmHg dan diastolik 6,39 mmHg. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan yang memenuhi minuman obat antihipertensi.
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










