PKM Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pengolahan Salak Menjadi Selai Salak Di Desa Parsalakan Dusun Hutatunggal
DOI:
https://doi.org/10.51933/jpma.v4i3.922Keywords:
Salak, nilai tambah, Produk olahanAbstract
Desa Parsalakan Dusun Huta Tunggal merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Tapanuli Selatan, dengan tanaman utamanya adalah salak. Sebagian besar masyarakat mempunyai lahan salak dan merupakan petani salak. Permasalahan yang sering dihadapi adalah harga salak yang sangat fluktuatif, serta pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengelola hasil dan mengolah salak masih sangat terbatas. Mendasarkan pada permasalahan yang ada, maka prioritas permasalahan perlu yang diselesaikan dan solusi yang di lakukan adalah peningkatan nilai tambah buah salak dan peningkatan keterampilan dalam pengelolaan salak. Tujuan program pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan nilai tambah buah salak melalui pengolahan salak menjadi produk bolu salak dan selai salak dan meningkatkan pengetahuan, wawasan, dan keterampilan masyarakat dalam pengolahan salak. Hasil kegiatan pengabdian pada masyarakat menunjukkan masyarakat sasaran yaitu ibu-ibu PKK, memberikan tanggapan yang sangat baik dengan berpartisipasi mengikuti kegiatan dengan sebaik-baiknya. Kegiatan pengabdian masyarakat dapat meningkatkan pengetahuan, wawasan dan keterampilan warga Desa Parsalakan Dusun Huta Tunggal dalam mengelola dan mengolah buah salak menjadi produk bolu salak dan selai salak .
Downloads
References
2. Anonim, 2013d. Peningkatan Nilai Tambah Salak Pondoh. http://www.umy.ac.id/ peningkatan-nilai-tambah-salakpondoh.html. akses 29 April 2014salak-sleman-kalah-bersaing-175557. diakses 29 April 2014.
3. Pantastico, Er. B. 1989. Postharvest Physiology, Handling and Utilization of Tropical and Subtropical Fruit and Vegetables.The Avi Publishing Company Inc. Westport, Connecticut. 906 p.
4. Biro Pusat Statistik. (2000). Pengukuran dan analisis ekonomi kinerja penyerapan tenaga kerja. Nilai tambah, dan eksport usaha kecil menengah serta peranannya terhadap tenaga kerja nasional dan produk domestik bruto. Jakarta.
5. Noer Soetrisno. (2002). Pengembangan ukm, ekonomi rakyat dan penanggulangan kemiskinan. Jakarta. Raymond A. Noe. 1994. Employee Training and Development
6. Shujiro Urata. (2000). Policy recommendation for sme promotion in the republic of indonesia, jica senior advisor to coordination minister of economy, finance and industry. Jakarta.
7. Sumardjo. (2004). Teori dan praktik kemitraan agribisnis. Jakarta: Penebar Swadaya. Tambunan, T. (1999). Perkembangan industri skala kecil di indonesia. Jakarta: PT. Mutiara
8. Sumber Widya. Tarsis Tarmudji. 1996. Prinsip-prinsip Wirausaha. Yogyakarta: Liberty. Toha, M. (1997). Permasalahan industri kecil kotamadya yogyakarta. Yogyakarta: IKIP Irats.










