https://jurnal.unar.ac.id/index.php/npj/issue/feed Nursing Practice of Journal 2026-10-05T02:46:37+00:00 Wandi saputra waruwu wandis0901@gmail.com Open Journal Systems <p><strong>Nursing Practice of Journal</strong>&nbsp;is an open access journal (e-journal) which publishes the scientific works for nurse practitioners and researchers. The focus and scopes of the journal include Pediatric Nursing, Maternity Nursing, Adult Nursing, Emergency Nursing, Community Nursing, Mental Health Nursing, Management in Nursing, Basic of Nursing and Education in Nursing. The journal will be published twice a year, namely March and September each year.</p> https://jurnal.unar.ac.id/index.php/npj/article/view/3033 Hubungan Waktu Tunggu Rawat Jalan Dengan Kepuasan Pasien Di Puskesmas Hutaimbaru 2026-09-19T04:38:18+00:00 Aisyah Fitri Siregar aisyahfitrisiregar265@gmail.com <p>Waktu tunggu pelayanan rawat jalan merupakan salah satu indikator mutu pelayanan kesehatan yang berpengaruh terhadap kepuasan pasien. Waktu tunggu yang tidak sesuai standar dapat menurunkan persepsi pasien terhadap kualitas pelayanan, khususnya pada fasilitas kesehatan tingkat pertama. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan waktu tunggu rawat jalan dengan kepuasan pasien di Puskesmas Hutaimbaru. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan crosssectional. Populasi penelitian adalah pasien rawat jalan di Puskesmas Hutaimbaru, dengan sampel 84 responden yang dipilih menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner waktu tunggu dan kuesioner kepuasan pasien, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil menunjukkan 53 responden (63,1%) mengalami waktu tunggu sesuai standar dan 31 responden (36,9%) tidak sesuai standar. Sebanyak 49 responden (58,3%) menyatakan puas dan 35 responden (41,7%) tidak puas. Hasil uji Chi-Square menunjukkan p=0,000 (p&lt;0,05), sehingga terdapat hubungan yang signifikan antara waktu tunggu rawat jalan dengan kepuasan pasien di Puskesmas Hutaimbaru. Puskesmas diharapkan meningkatkan efisiensi, kedisiplinan, dan komunikasi pelayanan untuk meminimalkan waktu tunggu dan meningkatkan kepuasan pasien.</p> 2026-10-05T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Aisyah Fitri Siregar https://jurnal.unar.ac.id/index.php/npj/article/view/3041 PENGARUH PROGRAM MAKANAN BERGIZI GRATIS TERHADAP STATUS GIZI PADA SISWA KELAS 1 SDN 100603 SIDADI II KABUPATEN TAPANULI SELATAN 2026-09-21T04:09:16+00:00 FAUZAN ozanf6301@gmail.com Nanda suryani sagala nandasagala89@gmail.com <p>Masalah gizi pada anak usia sekolah dasar masih menjadi perhatian karena berdampak pada pertumbuhan dan kesehatan. Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan status gizi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Program MBG terhadap status gizi siswa kelas I di SDN 100603 Sidadi II Kabupaten Tapanuli Selatan. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan one group pretest–posttest terhadap 23 siswa kelas I. Data dikumpulkan melalui pengukuran antropometri sebelum dan sesudah pelaksanaan Program MBG. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum pelaksanaan Program MBG, sebagian besar siswa berada pada kategori gizi kurang (69,6%), sedangkan setelah pelaksanaan program, status gizi baik meningkat menjadi 87,0%. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,001 (p &lt; 0,05), yang menandakan adanya perbedaan bermakna antara status gizi sebelum dan sesudah intervensi. Kesimpulan penelitian ini adalah Program Makanan Bergizi Gratis berpengaruh signifikan terhadap peningkatan status gizi siswa kelas I. Program ini perlu dipertahankan dan dikembangkan secara berkelanjutan untuk mendukung pertumbuhan dan kesehatan anak.</p> 2026-10-20T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 FAUZAN, Nanda suryani sagala https://jurnal.unar.ac.id/index.php/npj/article/view/3052 STUDI KUALITATIF PENERAPAN PODA NA LIMA DALAM PERAWATAN PASIEN TB PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIMARPINGGAN KABUPATEN TAPANULI SELATAN 2026-10-02T02:32:14+00:00 lina nafdela tanjung linanafdelatanjung1@gmail.com nanda masraini daulay nandadaulay1512@gmail.com <p>Tuberkulosis (TB) paru merupakan penyakit menular yang masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat, termasuk di wilayah kerja Puskesmas Simarpinggan. Masyarakat setempat masih menerapkan nilai budaya <em>Poda Na Lima </em>dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam perawatan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan <em>Poda Na Lima </em>dalam perawatan pasien TB paru di wilayah kerja Puskesmas Simarpinggan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Partisipan dipilih secara purposive dan data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan tujuh tema utama yaitu kekuatan Spiritual dan Mental sebagai sumber Kebersihan Hati , Kebiasaan Mandi sebagai Upaya Kebersihan Diri, Kebiasaan Mengganti dan Mencuci Pakaian sebagai Bentuk Kebersihan, Kebersihan dan Ventilasi Rumah sebagai Lingkungan Sehat, Kepatuhan Pengobatan, Perawatan Pekarangan dan Pengelolaan Sampah dan Peran Keluarga. Penerapan poda na lima berimplikasi pada terciptanya kesadaran diri pasien tentang kebersihan jiwa dan raga serta lingkungan sekitar. Dampaknya tidak hanya sekedar untuk meningkatkan kualitas hidup pasien akan tetapi bertransformasi menjadi agen pencegahan penularan di lingkungan pasien.Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa <em>Poda Na Lima </em>berperan dalam mendukung perawatan pasien TB paru secara holistik.</p> 2026-10-20T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 lina nafdela tanjung, nanda masraini daulay https://jurnal.unar.ac.id/index.php/npj/article/view/3035 HUBUNGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KESEHATAN DI PUSKESMAS SADABUAN KOTA PADANGSIDIMPUAN TAHUN 2025 2026-09-19T06:09:02+00:00 Amelia Safitri Nasution AmeliasafitrinstO@gmail.com Amelia Safitri Nasution AmeliasafitrinstO@gmail.com <p>Patient satisfaction is defined as the comparison between patients’ perceptions of the services received and their expectations prior to treatment. When expectations are met, the service is considered to be of high quality and results in high satisfaction. This study aimed to examine the relationship between patient satisfaction and health services at Sadabuan Community Health Center using a quantitative cross-sectional design. A total of 99 patients were selected through purposive sampling. Data were collected using questionnaires on patient satisfaction and health services, and analyzed using univariate, bivariate, and Chi-Square tests. The results showed that 95 respondents (95.0%) were satisfied with the services, while 4 respondents (4.0%) were dissatisfied. The Chi-Square test revealed a significant relationship between patient satisfaction and health services (p = 0.000; p &lt; 0.05). It is recommended that the health center improve service efficiency, staff discipline, and communication to further enhance patient satisfaction.</p> 2026-10-05T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Amelia Safitri Nasution, amelia safitri nasution https://jurnal.unar.ac.id/index.php/npj/article/view/3042 HUBUNGAN TATANAN KELUARGA DENGAN GAYA HIDUP PADA REMAJA DENGAN ORANG TUA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS PADANGMATINGGI 2026-09-21T04:09:07+00:00 Amalan Saleh Dalimunthe amalansholeh324@gmail.com Nanda Masraini Daulay nandadaulay1512@gmail.com <p>DM Tipe 2 terus&nbsp; mengalami kenaikan prevalensi di setiap tahunnya, serta DM Tipe 2 tidak mengenal usia termasuk remaja. Upaya yang dapat dilakukan sejak dini yaitu dengan menerapkan gaya hidup sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tatanan keluarga dengan gaya hidup remaja dengan orang tua penderita dm tipe 2. Metode penelitian adalah kuantitatif dengan&nbsp; desain penelitian deskriptif korelasional menggunakan instrumen kuesioner tatanan keluarga yang dirancang sendiri oleh peneliti dan <em>fantastic lifestyle checklist</em> dengan teknik <em>Accidental sampling</em>. Penelitian ini dilakukan di puskesmas padangmatinggi terhadap 120 remaja dengan orang tua penderita diabetes melitus tipe 2. Analisa data yang digunakan adalah chi square. Hasil penelitian menunjukkan adanya Hubungan antara Tatanan Keluarga Dengan Gaya Hidup Pada Remaja Dengan Orang Tua Penderita Diabetes Melitus Tipe 2. Hasil penelitian ini, penderita diabetes melitus tipe 2 agar dapat menciptakan tatanan keluarga yang harmonis, serta menerapkan gaya hidup sehat bagi remaja. Remaja juga diharapkan lebih meningkatkan untuk menjaga pola makan, aktivitas fisik, dan perilaku hidup sehat. Bagi tenaga kesehatan, dapat memberikan edukasi yang berkelanjutan pentingnya peran keluarga dalam membentuk gaya hidup remaja. Selain itu, peneliti selanjutnya disarankan untuk mengembangkan penelitian ini dengan variabel yang lebih luas serta metode yang berbeda agar diperoleh hasil yang lebih komprehensif.</p> 2026-10-20T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Amalan Saleh Dalimunthe, Nanda Masraini Daulay https://jurnal.unar.ac.id/index.php/npj/article/view/3036 Hubungan Tingkat Kesepian Dengan Harga Diri Pada Lansia Di Lembaga Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia Zikrillah Desa Binanga 2026-09-19T15:25:15+00:00 Septina Ferawati Gultom septinagultom24@gmail.com <p>Kesepian merupakan salah satu masalah psikososial yang sering dialami lansia dan dapat berkaitan dengan penilaian individu terhadap dirinya. Lansia yang tinggal di lembaga kesejahteraan sosial menghadapi perubahan peran, berkurangnya interaksi dengan keluarga, serta perubahan hubungan sosial yang berpotensi meningkatkan kesepian dan memengaruhi harga diri. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara tingkat kesepian dengan harga diri pada lansia di Lembaga Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia Zikrillah Desa Binanga Kecamatan Barumun Tengah Kabupaten Padang Lawas. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional dan pendekatan cross-sectional. Populasi sekaligus sampel berjumlah 92 lansia dengan teknik total sampling. Tingkat kesepian diukur menggunakan UCLA Loneliness Scale versi 3, sedangkan harga diri diukur menggunakan Self-Esteem Scale adaptasi Coopersmith. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square pada α=0,05. Hasil menunjukkan 41 responden (44,6%) mengalami kesepian sedang, 33 responden (35,9%) kesepian ringan, dan 18 responden (19,6%) kesepian berat. Harga diri responden terdiri atas kategori sedang sebanyak 48 orang (52,2%) dan rendah sebanyak 44 orang (47,8%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p=0,000 (&lt;0,05), sehingga terdapat hubungan antara tingkat kesepian dengan harga diri pada lansia. Pola tabulasi silang menunjukkan bahwa proporsi harga diri rendah lebih besar pada kelompok kesepian sedang dan berat dibandingkan kelompok kesepian ringan. Hasil penelitian menegaskan pentingnya perhatian terhadap aspek psikososial lansia melalui dukungan sosial, peningkatan interaksi, kegiatan kelompok, dan pelayanan keperawatan yang holistik.</p> 2026-10-20T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Septina Ferawati Gultom https://jurnal.unar.ac.id/index.php/npj/article/view/3047 Gambaran kepuasan pasien bpjs terhadap kecepatan pelayanan di puskesmas padangmatinggi 2026-09-22T07:00:10+00:00 pandapotan lubis Pandapotanlubis907@gmail.com <p>&nbsp;</p> <p>Kepuasan pasien merupakan salah satu indikator penting dalam menilai mutu pelayanan</p> <p>kesehatan, khususnya kecepatan pelayanan yang diterima pasien BPJS di fasilitas kesehatan</p> <p>tingkat pertama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kepuasan pasien BPJS</p> <p>terhadap kecepatan pelayanan di Puskesmas Padang Matinggi Tahun 2026. Penelitian ini</p> <p>menggunakan desain penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah</p> <p>responden sebanyak 90 pasien BPJS yang dipilih menggunakan teknik pengambilan sampel</p> <p>sesuai kriteria penelitian. Data dikumpulkan melalui kuesioner kepuasan pasien dan dianalisis</p> <p>secara univariat menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa</p> <p>sebagian besar responden menyatakan puas terhadap kecepatan pelayanan, yaitu sebanyak 40</p> <p>responden (44,4%). Responden yang menyatakan cukup puas sebanyak 34 responden</p> <p>(37,8%), tidak puas sebanyak 9 responden (10%), dan sangat puas sebanyak 7 responden</p> <p>(7,8%). Hasil ini menunjukkan bahwa mayoritas pasien BPJS memiliki tingkat kepuasan</p> <p>yang baik terhadap kecepatan pelayanan di Puskesmas Padang Matinggi. Kesimpulan</p> <p>penelitian ini adalah sebagian besar pasien BPJS merasa puas terhadap kecepatan pelayanan</p> <p>yang diberikan. Diharapkan pihak puskesmas dapat mempertahankan dan meningkatkan</p> <p>kualitas kecepatan pelayanan guna meningkatkan kepuasan pasien.</p> 2026-10-20T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 pandapotan lubis