HUBUNGAN SANITASI LINGKUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BATUNADUA PADA TAHUN 2025
Keywords:
Keyword : Environmental Sanitation, Stunting, ToddlersAbstract
Stunting merupakan salah satu masalah gizi yang masih menjadi perhatian dalam kesehatan masyarakat karena dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak. Stunting terjadi akibat kekurangan gizi dalam jangka waktu lama yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya sanitasi lingkungan yang kurang baik. Berdasarkan data Puskesmas Batunadua, pada tahun 2024 terdapat 272 balita yang mengalami stunting dan pada periode Januari–Mei 2025 tercatat sebanyak 48 balita mengalami stunting. Hal ini menunjukkan bahwa kejadian stunting pada balita masih menjadi masalah kesehatan di wilayah tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan sanitasi lingkungan dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Batunadua Kota Padangsidimpuan tahun 2025. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode analitik observasional dan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu yang memiliki balita di wilayah kerja Puskesmas Batunadua dengan jumlah sampel sebanyak 96 responden yang diperoleh menggunakan teknik accidental sampling. Analisis data dilakukan secara bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kualitas air bersih (p=0,029), penyediaan air minum (p=0,044), dan kepemilikan jamban (p=0,024) dengan kejadian stunting pada balita (p<0,05). Disarankan kepada pihak Puskesmas untuk meningkatkan edukasi dan promosi kesehatan mengenai sanitasi lingkungan sebagai upaya pencegahan stunting pada balita.
Kata kunci : Sanitasi Lingkungan, Stunting, Balita
ABSTRACT
Stunting is a nutritional problem that remains a major concern in public health because it can hinder children’s growth and development. Stunting occurs due to long-term nutritional deficiencies influenced by various factors, one of which is poor environmental sanitation. Based on data from the Batunadua Community Health Center, in 2024 there were 272 toddlers affected by stunting, and from January to May 2025, a total of 48 toddlers were recorded as stunted. This indicates that stunting among toddlers remains a public health problem in the area. This study aimed to determine the relationship between environmental sanitation and the incidence of stunting among toddlers in working area of Batunadua Public Health Center Padangsidimpuan 2025. This research employed a quantitative method with an analytic observational approach and a cross-sectional design. The study population consisted of all mothers with toddlers in working area of Batunadua Public Health Center. A total of 96 respondents were selected using an accidental sampling technique. Bivariate data analysis was performed using the Chi-Square test. The results showed a significant relationship between clean water quality (p = 0.029), drinking water provision (p = 0.044), and latrine ownership (p = 0.024) and the incidence of stunting among toddlers (p < 0.05). It is recommended that Public Health Center enhance education and health promotion programs regarding environmental sanitation as an effort to prevent stunting among toddlers.
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Kesehatan Publik Nusantara

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









